KOMPUTER SEBAGAI MEDIA BARU

A. Komputer dan media baru

Komputer adalah teknologi yang paling berpengaruh saat ini. Komputer telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia, dan sekarang ini banyak aspek vital seperti keamanan transportasi yang bergantung pada komputer.

New media berawal dari bentuk komunikasi bermedia komputer  atau computer mediated communication (CMC), Yaitu dimana jaringan komputer digunakan sebagai jaringan komunikasi elektronik dan di lengkapi internet.
Secara sederhana media baru adalah media yang terbentuk dari  interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khususnya.

Faktor  pendukung tumbuhnya internet sebagai media baru;
1.    Karena internet menyediakan layanan yang familiar dan bersifat memudahkan penggunanya.
2.   Internet juga mempunyai peran dalam bidang ekonomi, hal ini terlihat dengan adanya e-commerce, atau e-business.
3.    Internet berperan sebagai infrasruktur yang membantu transaksi perdagangan dari penjual dan penbeli.
4.    Selain itu internet juga bisa sebagai pasar belanja terbesar dengan jaringan informasi terluas.

Efek CMC
a.      Perilaku antisosial (antisosial behavior)
b.      Kecemasan berlebihan terhadap komputer (cyberphobia/computerphobia)
c.      Ketagihan (addicted)
d.      Munculnya berbagai kasus pelanggaran hak cipta
e.      Munculnya gen-C

Kedudukan Komputer dalam pembentukan Media Baru
1. Komputer adalah sebuah medium komunikasi elektronik.
2. Merupakan Medium komunikasi elektronik yang tidak bisa meningkatkan kemampuan manusia berkomunikasi tidak termasuk komputer.
3. Komputer sangat penting bagi media baru, Komputer merupakan unsur esensial bagi media baru, karena itu  media baru tidak mungkin lahir tanpa komputer.
4. Fungsi Komputer adalah sebagai pendukung. Kesadaran akan fungsi komputer sebagai pendukung media menjadikan komputer sebagai wahana yang bisa memberikan informasi. Sehingga fungsi kerja komputer bertujuan untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi.
Saat ini Komputer telah digunakan secara meluas dalam berbagai aktivitas di kehidupan manusia, seperti perbankan, perniagaan, perdagangan, industri, transportasi, obat-obatan/rumah sakit, pendidikan, seni, penelitian, rekreasi, pertahanan dan keamanan, serta komunikasi.

Contoh Media Baru
1.       Kompas Ciber Media (KCM)
2.      Jawa pos Net News (JPNN)
3.      Okezone.com
4.      Detik.com
5.      Dll.

Konsekuensi Sosial Dampak Media Teknologi Komunikasi
Dampak media teknologi komunikasi bisa bersifat membangun atau merusak, positif atau negatif, baik secara fisik atau pun secara hal-hal yang bersifat nonfisik, misalnya pola pikir, kebudayaan, dan tatanan hidup manusia.

Dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sebagai berikut.
a.      dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
b.      memfasilitasi interaksi antarindividu.
c.      memperkaya pengalaman belajar nilai-nilai sosial budaya.
d.      mampu mengubah suasana belajar nilai-nilai sosial budaya menjadi aktif.
e.      meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
f.        mempermudah pengiriman dan penerimaan informasi.

Dengan bantuan media teknologi komunikasi, memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi untuk memperoleh pengalaman belajar akan nilai-nilai sosial budaya baru secara timbal balik.
Fasilitas media teknologi komunikasi memudahkan orang untuk saling berinteraksi meskipun dipisahkan oleh jarak geografis, tetapi dengan bantuan media, interaksi dapat dilaksanakan dengan mudah. Misalnya, penggunaan media internet telah terbukti mampu menjembatani interaksi antarmanusia secara massal. Dengan adanya interaksi tersebut, proses transaksi pesan akan diikuti oleh transaksi nilai-nilai sosial budaya.

Adanya media teknologi komunikasi, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar nilai-nilai sosial budaya orang lain, misalnya dengan menonton siaran televisi,  individu memperoleh pengetahuan nilai-nilai sosial budaya yang dianut oleh masyarakat lain. Setiap orang memiliki kesempatan untuk secara aktif mencari informasi, khususnya mencoba memahami nilai-nilai sosial budaya pada orang lain atau masyarakat lain.

Media teknologi komunikasi meningkatkan otomatisasi proses pencarian dan pengiriman informasi. Biaya dan waktu dapat berkurang, sementara hasilnya akan lebih memuaskan. Misalnya penggunaan media faxsimile, email, facebook, twitter telah mempercepat proses pengiriman informasi dari pada surat sehingga setiap orang dapat menggunakan waktu secara efesien. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan media teknologi komunikasi juga mempermudah penerimaan informasi. Terbukti, kita dapat mengakses informasi dari berbagai sumber yang relevan.

Media komunikasi yang terdapat di masyarakat harus bisa kita pergunakan sebaik mungkin agar relevan dengan tujuan kita dalam melaksanakan komunikasi. Cara penggunaan media komunikasi dengan sebaik-baiknya memungkinkan media tersebut dapat memberikan manfaat dan meminimalisasi terjadinya dampak negatif.

Dampak konsekuensi negatif penggunaan media teknologi komunikasi pada masyarakat
a.      hilangnya kesempatan berkomunikasi interpersonal.
b.      mempertajam kesenjangan.
c.      penggunaan media komunikasi dapat mengancam privasi.
d.      kejahatan dan penyalahgunaan komputer.

Meluasnya penggunaan media teknologi komunikasi menjadikan anggota masyarakat kehilangan kesempatan untuk komunikasi interpersonal yang akrab. Dewasa ini banyak orang yang kehilangan kontak sosial secara interpersonal dengan teman-temannya atau keluarga meskipun mereka berada pada satu desa atau tempat tinggal yang sama. Bahkan, dalam satu keluarga, terdapat kecendrungan menurunnya frekuensi komunikasi tatap muka antaranggota keluarga karena yang sering terjadi, orang tua berkomunikasi dengan anak menggunakan media handphone atau telepon.

Media teknologi komunikasi mempertajam kesenjangan antara kelompok yang kaya informasi dengan kelompok yang miskin informasi, antara anggota masyarakat yang dapat mengoperasikan media dengan yang tidak dapat mengoperasikan media, dan antara kelompok ekonomi atas dengan masyarakat ekonomi lemah.

Melalui media teknologi komunikasi, orang dapat mengakses data, termasuk di dalamnya data-data yang sifatnya pribadi. Dokumen rahasia yang dahulu disimpan dokumen file di lemari, sekarang sudah disimpan dalam memori komputer, lebih praktis dan ekonomis.

Kemajuan media teknologi komunikasi sudah tentu akan mengakibatkan suatu dampak tertentu ketika teknologi itu gunakan. Dampak media teknologi komunikasi dampak dibedakan dalam dua tahapan. Pada tahap pertama, berupa dampak hasil teknis. Artinya bahwa dengan digunakannya media teknologi komunikasi, akan diperoleh keuntungan-keuntungan teknis yang direncanakan berupa peningkatan produktivitas dan efesiensi.  Dampak kedua, konsekuensi sosial yang tidak diduga. Dengan digunakannya media teknologi komunikasi, menyebabkan kadar hubungan antarmanusia di dalam masyarakat menjadi berkurang sehingga kemungkinan akan mengakibatkan terbentuknya sikap ketergantungan terhadap media teknologi komunikasi.

Konsekuensi sosial dari perkembangan teknologi informasi bisa dilihat pada perubahan hubungan individu dengan individu, individu dengan komunitas, individu dengan lembaga sosial, individu dengan media massa, komunitas dengan media massa, dan komunitas dengan lembaga sosial. Keinginan untuk berubah sebenarnya tidak direncanakan oleh seorang pengguna teknologi informasi. Namun, dia memperoleh pengalaman dari penggunaan teknologi informasi tersebut kemudian dikonstruksikan dalam kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan hubungan yang terjadi seolah datang begitu saja.
Jika hubungan antara dua komponen masyarakat berubah, misalnya antara individu dengan individu yang lain karena pemakaian teknologi informasi, maka sudah terjadi konsekuansi sosial. Kenyataan seperti itu akan sangat jelas bila dikaitkan dengan pemakaian komputer dalam masyarakat. Seperti telah diketahui, komputer memiliki kedudukan pembentuk media baru. Media baru yang membutuhkan komputer tersebut menjadi alat untuk berkomunikasi.
Bila dalam masyarakat biasa, setiap individu hidup bersama-sama secara fisik dalam suatu daerah tertentu, maka setiap individu dalam cyber society tidak harus hidup dalam kawasan tertentu. Mereka terhubungkan karena sama-sama menggunakan online communication. Itulah sebabnya kontruksi sosial tentang realitas tidak dibentuk oleh jaringan para pemakai media teknologi informasi.

Konsekuensi sosial dampak media teknologi komunikasi bisa bersifat membangun atau merusak, positif atau negatif, baik secara fisik atau pun secara hal-hal yang bersifat nonfisik, misalnya pola pikir, kebudayaan, dan tatanan hidup manusia.

Dapat kita ketahui bahwa tujuan utama media teknologi komunikasi adalah bertujuan untuk mempermudah manusia dalam mendapatkan dan bertukar informasi, tergantung bagaimana masyarakat menggunakan teknologi informasi itu untuk berkembang dan maju. Namun, yang sering kita lihat sekarang ini justru manusialah yang dikendalikan oleh teknologi komunikasi. Artinya, dia belum faham betul akan manfaat dari teknologi komunikasi tersebut, ke arah mana teknologi informasi itu berkembang, dan untuk apa sebenarnya teknologi informasi tersebut. Padahal, jika dia tahu betul akan abad informasi sekarang ini, mungkin kitalah yang akan mengendalikan teknologi informasi untuk kemajuannya sendiri, bahkan orang yang ada di sekitar masyarakat, atau bahkan dia akan menciptakan hal yang baru dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/media baru dan komputer.html

Oleh : Mochammad Ulul Azmy

IKOM / 201010040311314

Sejarah Perkembangan Radio

-=By: Hendy Apriambudi (195)=-

Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio.
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik berdasarkan hasil kerja penelitian yang dikerjakan antara antara 1861 dan 1865.

Untuk pertama kalinya, Heinrich Rudolf Hertz membuktikan teori Maxwell yaitu antara 1886 dan1888, melalui eksperimen. Dia berhasil membuktikan bahwa radiasi gelombang radio memiliki sifat-sifat gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan (dirumuskan) ke dalam persamaan gelombang.

Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania.

–Sejarah Radio di Indonesia–

Radio siaran di Indonesia semasa penjajahan Belanda dahulu mempunyai status swasta. Karena sejak adanya BRV tadi, maka muncullah badan-badan radiosiarn lainnya Nederlandsch Indische radio Omroep Mij ( NIROM) di jakarta, Bandung dan Medan, Solossche Radio Vereniging (SRV) di Surakarta, Mataramse Verniging Voor Radio Omroep (MAVRO) di Jogjakarta, Verniging Oosterse Radio Luisteraars (VORO) di Bandung, Vereniging Voor Oosterse Radio Omroep (VORO) di Surakarta, Chineese en Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oost Java (CIRVO) di Surabaya, Eerste Madiunse Radio Omroep (EMRO) di Madiun, Radio Semarang di Semarang dll.

Di Medan, selain NIROM, juga terdapat radio swasta Meyers Omroep Voor Allen (M.O.V.A), yang di usahakan oleh tuan Meyers, dan Algeemene Vereniging Radio Omroep Medan (VROMA). Diantara sekian banyak badan radio siaran tersebut, NIROM adalah yang terbesar dan terlengkap, oleh karena mendapat bantuan penuh dari pemerintah Hindia Belanda.

Perkembangan NIROM yang pesat itu disebabkan pula keuntungannya yang besar dalam bidang keuangan yakni dari “pajak radio”. Semakin banyak pesawat radio dikalangan masyarakat, semakin banyak uang yang diterima oleh NIROM. Dengan demikian, NIROM dapat meningkatkan daya pancarnya, mengadakan stasiun-stasiun relay, mengadakan sambungan telepon khusus dengan kota-kota besar, dll.

Pada waktu itu terdapat saluran telepon khusus antara Batavia, Bogor, Sukabumi, Bandung, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang,Solo, Jogja, Magelang, Surabaya, Malang yang jumlahnya kira-kira 1.200.000 meter saluran telepon untuk memberi modulasi kepada pemancar-pemancar di kota-kota itu. Dengan Demikian NIROM dapat mengadakan siaran sentral dari Semarang, Bandung, Surabaya, Yogja ataupun Solo.

Munculnya perkumpulan-perkumpulan radio siaran dikalangan bangsa Indonesia disebabkan kenyataan, bahwa NIROM memang dapat bantuan dari pemerintah Hindia Belanda itu lebih bersifat perusahaan yang mencari keuntungan finansial dan membantu kukuhnya penjajahan di Hindia Belanda. Pada saat itu pemerintah penjajahan Belanda menghadapi semangat kebangsaan di kalangan penduduk pribumi yang berkobar sejak tahun 1908, lebih-lebih setelah tahun 1928.

Sebagai pelopor timbulnya radio siaran usaha bangsa Indonesia ialah Solosche Radio Vereniging (SRV) yang didirikan pada tanggal 1 april 1933. Dalam hubungan dengan itu patut di catat nama Mangkunegoro VII seorang bangsawan Solo dan seorang Insinyur bernama Ir.Sarsito Mangunkusumo yang berhasil mewujudkan SRV itu.

Sejak tahun 1933 itulah berdirinya badan-badan radio siaran lainnya, usaha bangsa Indonesia di berbagai kota besar seperti disebutkan diatas, berdirinya SRV, MARVO, VORL, CIRVO, EMRO, dan radio Semarang itu pada mulanya dibantu oleh NIROM,oleh karena NIROM mendapat bahan siaran yang bersifat ketimuran dari berbagai perkumpulan tadi. Tetapi kemudian ternyata NIROM merasa khawatir perkumpulan-perkumpulan radio ketimuran tadi membahayakan baginya.

Pada tahun 1936 terbetik berita, bahwa mulai tahun 1937 “Siaran Ketimuran seluruhnya akan dikuasai oleh NIROM sendiri”. Ini berarti bahwa mulai tahun 1937 subsidi dari NIROM akan dicabut, setidk-tidaknya akan dikurangi, karena NIROM tidak akan lagi merelay siaran-siaran radio milik pribumi, setidak-tidaknya kalau terpaksa merelay hanya sedikit sekali. Seperti diketahui subsidi NIROM itu semula diberikan berdasarkan perhitungan jam-merelay.

Berita itu cukup menggemparkan orang-orang radio diluar NIROM, karena pencabutan subsidi itu akan melemahkan badan-badan radio siaran bersangkutan.

Memang adalah maksud NIROM yang bersandarkan kekuatan penjajahan itu untuk mematikan perkumpulan-perkumpulan radio siaran ketimuran.

Pada tanggal 29 Maret 1937 atas usaha anggota Volksraad M.Sutarjo Kartokusumo dan seorang Insinyur bernama Ir.Sarsito Mangunkusumo diselenggaraka suatu pertemuan antara wakil-wakil radio ketimuran bertempat di Bandung wakil-wakil yang mengirimkan utusannya ialah : VORO (Jakarta), VORL (Bandung), MAVRO (Jogyakarta), SRV (Solo), dan CIRCO (Surabaya), pertemuan hari itu melahirkan suatu badan baru bernama : PERIKATAN PERKUMPULAN RADIO KETIMURAN (PPRK) sebagai ketuanya adalah : Sutarjo Kartohadikusumo.

Tujuan PPRK yang non-komersial itu bersifat “Sociaal kultureel” semata-mata memajukan keseniaan dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat Indonesia, rohani dan jasmani.

Pada tanggal 7 Mei 1937 atas usaha PPRK diadakan pertemuan dengan pembesar-pembesar pemerintahan untuk membicarakan hubungan antara PPRK dengan NIROM. Pertemuan itu menghasilkan suatu persetujuan bersama, bahwa PPRK menyelenggarakan siaran ketimuran, NIROM menyelenggarakan segi tehniknya.

Sejak itu PPRK berusaha keras agar PPRK dapat menyelenggarakan sendiri sepenuhnya tanpa bantuan dari NIROM.Disebabkan situasi semakin panas oleh api perang di Eropa yang menyebabkan Negeri Belanda dalam keadaan sulit yang membutuhkan bantuan rakyat jajahannya, maka pemerintah Hindia Belanda menjadi agak lunak.

Seperti diketahui, tanggal 1 September 1939 Jerman dibawah pimpinan Adolf Hitler menyerbu Polandia yang menyebabkan timbulnya perang dunia II, dan kemudian pada tahun 1940 Jerman menduduki Denmark, Norwegia, Belgia dan Negeri Belanda.

Pada tanggal 1 November 1940 tercapailah tujuan PPRK yakni menyelenggarakan siaran yang pertama dari PPRK.

Radio Sebagai Alat Propaganda Untuk Memenangkan Perang

Patut diketahui lebih dahulu, bahwa berbeda dengan jaman Hindia Belanda yang hanya terdapat satu Pemerintah Sipil, maka pada jaman Jepang terdapat tiga pemerintahan militer pendudukan, yakni :

Tentara ke-16 dipulau Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia (kemudian dinamakan Jakarta)
Tentara ke-25 dipulau Sumatera dengan pusatnya di Bukit tinggi.
Armada Selatan ke-2 di Kalimantan, Sulawesi, Nusatenggara, Maluku dan Irian dengan pusatnya di Makasar (Ujung Pandang).

Di Jawa tugas memulihkan ketertiban dan keamanan serta menanamkan kekuasaan yang sementara lowong itu diserahkan kepada suatu pemeritahan militer yang disebut Gunseibu, masing-masing meliputi Jawa Barat dengan pusatnya di Bandung;Jawa Tengah dengan Pusatnya di Semarang dan Jawa Timur dengan pusatnya diSurabaya. Disamping itu dibentuk dua daerah istimewa yang disebut Koci, yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Tata pemerintahan Militer Jepang ini turut mempengaruhi juga perkembangan sejarah radio di Indonesia yang sampai menyerahnya Belanda kepada Jepang di Jawa terdapat beberapa stasiun radio, baik semi pemerintah (NIROM) maupun swasta ketimuran (PPRK), yaitu di Jakarta dan pusat-pusat daerah militer lainnya, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, dan Yogya.

Kota-kota ini, mestinya juga menjadi pusat atau penyalur-penyalur propoganda Jepang menguasai Indonesia, semua sarana komunikasi massa seperti surat kabar,majalah, kantor berita, film dsb. Dikuasai dan dikendalikan oleh penguasa Militer untuk kepentingan perang;lebih-lebih radio yang pada masa itu merupakan sarana komunikasi massa yang palaing ampuh. Perkumpulan-perkumpulan atau organisasi penyiaran radio dibebarkan dan Jepang membentuk sebuah jawatan yang khusus mengurus siaran radio, dengan nama Hoso Kanri Kyoku, beserta cabang-cabangnya yang dinamakan Hoso Kyoku. Pusatnya tetap di Batavia yang kemudian dinamakan Jakarta dan cabang-cabangnya berada di Bandung,Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya kemudian ditambah di Purwokerto dan Malang.

Sampai 6 bulan pertama sejak Jepang menduduki Indonesia Hoso Kyoku Jakarta memang masih menyelenggarakan siaran dalam bahasa Belanda disamping mengusahakan siaran-siaran dalam bahasa Inggris, Prancis dan Arab.Tetapi setelah itu siaran-siaran dalam bahasa Belanda dihapuskan sama sekali, bersamaan dengan kebijaksanaan yang mereka tempuh dibidang pendidikan, yaitu melarang sama sekali penggunaan bahasa Belanda dan asing lainnya di sekolah-sekolah. Sebaliknya penggunaan bahasa Indonesia dikembangkan karena bahasa Indonesia dijadikan satu-satunya bahasa yang digunakan disekolah-sekolah atau kantor-kantor. Bukan hanya itu; nama toko perdagangan umumnya,nama-nama tempat umum seperti tempat renang, stadion, taman dsb serta nama-nama jalan yang semula menggunakan bahasa Belanda atau bahasa asing lainnya, diganti denagn nama Indonesia atau Jepang.

Selanjutnya ditanamkan pula Busyido Seisyin atau semangat kesatria Jepang yang taat dan hormat kepada orang tua, pemimpin dan akhirnya kepada raja. Usaha itu antara lain dilakukan dengan latihan kemiliteran dan pendidikan jasmani. Ber-taiso atau senam pagi secara masal bahkan dikomando melalui radio dari Jakarta yang disiarkan secara sentral dilakukan serntak oleh murid-murid sekolah dasar, pelajar-pelajar sekolah lanjutan, pegawai-pegawai kantor pemerintah dan swasta serta masyarakat umum, setiap pagi sebelum mulai belajar atau bekerja. Acara siaran ini disebut “Radio Taiso”.

PEMBAGIAN RADIO

~Radio AM

Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah lain radio terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk.Sayangnya teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Depresi ekonomi pada tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan mengadopsi sistem baru ini karena mengharuskan penggantian transmiter dan receiver yang memakan banyak biaya. Baru pada tahun 1940 Armstrong bisa mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri. Dua tahun kemudian Federal Communication Comission (FCC) mengalokasikan beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM yang dibangun Armstrong. Perlu waktu lama bagi modulasi frekuensi untuk menjadi sistem yang digunakan secara luas. Selain itu hak paten juga tidak kunjung didapatkan oleh Armstrong.

~Radio FM

Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi.Frustasi akan segala kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong mengakhiri hidupnya secara tragis dengan cara bunuh diri. Beruntung istrinya kemudian berhasil memperjuangkan hak-hak Armstrong atas penemuannya. Barulah pada akhir 1960-an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong gelombang mikro (microwave), pada akhirnya FM benar-benar diakui sebagai sistem unggulan di berbagai bidang komunikasi .

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_radio

http://duniagus.blogspot.com/2008/08/perkembangan-radio.html

 

 

sejarah perkembangan handphone

By : Edison (201010040311300)
Latar belakang
Handphon pada jaman sekarang sangatlah mudah untuk di bawa.Tidak hanya kalangan dewasa yang memakai HP tapi anak-anak juga banyak yang memakainya ,seperti anak SD.perkembangan HP pada jaman modrn mulai dari merk blackbeery sampai sony ericson,HP juga sebagai alat komunikasi yang efektif.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN HANDPHONE
Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.
Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2. Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor. Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga pembuat peralatan membayar royalti.
Teknologi CDMA membuat kapasitas suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA, setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang disediakan untuk tiap sel.
Sistem komunikasi wireless berbasis CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan saingan utama dari sistem GSM di banyak negara. Pada tahun 1999, the International Telecommunication Union (ITU) memilih CDMA sebagai standar teknologi untuk generasi ketiga (3G). Varian CDMA yang banyak digunakan adalah WCDMA dan TD-SCDMA.
Pada bulan Mei 2001 sudah terdapat 35 juta pelanggan CDMA di seluruh dunia. Dan pada tahun 2003, terdapat 100 juta pelanggan yang menggunakan CDMA di seluruh dunia. Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi.
Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Bayangkan saja, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan sekadar memesan tempat di restoran, cukup dengan menekan tombol di handphone.Ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, membayar SPP untuk kuliah anak-anak, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.Dalam jangka panjang, CDMA dan teknologi-teknologi lainnya seperti GSM akan dibandingkan berdasarkan pada biaya total per pelanggan dari jaringan infrastruktur dan harga pesawat telefon.Dengan 3G, komunikasi murah dan berkualitas bukan impian belaka.Handphone Begitu populer saat ini, bahkan mulai beberapa tahun lalu, Hp atau Handphone seolah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat indonesia, mau dagang sayur, tukang sampah, sampe anggota DPR tak ketinggalan menggunakan fasilitas yang 10 tahun lalu di anggap wah, atau barang mewah.
Selain hal yang saya sebutkan diatas, Handphone kini menjadi kebutuhan pokok orang indonesia di karenakan juga karena harga nya yang Murah, banyak Hp Murah beredar dengan kualitas yang lumayan canggih. Tapi apakah anda tau sejarah awal Hp itu ada? Berikut adalah secuil sejarah Handphone atau yang biasa di singkat Hp di indonesia.
Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi.
Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.
Demikian lah sejarah hp yang selama ini kita gunakan, kalo dulu orang memiliki hp sudah merupakan sebuah barang yang wah, tapi kini anak SD yang memiliki dua buah handphone merupakan hal yang sangat biasa.
Banyak orang yang menggunakan handphone namun tidak banyak yang mengetahi sejarah handphone. Seperti sejarah computer, asal mula handphone ditemukan masih berupa benda rata-rata sebesar lengan orang dewasa.
Berikut saya singgung sejarah handphone secara singkat. Semoga bisa menambah wawasan anda dan menjadi inspirasi banyak orang yang membacanya.Cikal bakal telepon selular dimulai pada tahun 1910 yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Kemudian pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz pada tahun 1921.Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.perkembangan telepon mobile menjadi pesat tahun 1970-an dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Ericsson dan di Amerika dengan perusahaan Motorola.Sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan pada tahun 1969. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs.
Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973.
Cara kerja
Didalam ponsel, terdapat sebuah pengeras suara, mikrofon, papan tombol, tampilan layar.yang membuat setiap telepon seperti komputer mini. Ketika berhubungan dengan jaringan nirkabel, sekumpulan teknologi tersebut memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan atau bertukar data dengan telepon lain atau dengan komputer.
• Panggilan dari telepon genggam ke telepon rumah
Ketika melakukan panggilan dari ponsel ke telepon rumah biasa, panggilan tersebut akan berjalan-jalan di melalui antena nirkabel terdekat dan akan diubah oleh penghantar nirkabel’ ke sistem telepon landline tradisional. Panggilan tersebut kemudian akan langsung diarahkan ke jaringan telepon tradisional dan ke orang yang menjadi tujuan panggilan.
• Panggilan dari Ponsel ke Ponsel
Ketika melakukan panggilan dari ini, panggilan akan dirutekan melalui jaringan landline kepada pengantar nirkabel penerima atau akan dirutekan dalam jaringan nirkabel’ ke tempat sel terdekat dengan orang yang menjadi tujuan panggilan. Pada saat berbicara di ponsel, maka telepon genggam akan menangkap suara dan mengubah suara menjadi energi frekuensi radio (gelombang radio). gelombang radio akan berjalan melalui udara hingga menemukan penerima di stasiun dasar terdekat. Stasiun dasar kemudian akan mengirimkan panggilan tersebut melalui jaringan nirkabel hingga sampai pada orang yang menjadi tujuan telepon.
Manfaat Handphon
Komunikasih antara satu dengan yang lain tidak akan terputus,bisa berkomunikasih dengan jarak yang jauh.dan bisa untuk dibawa kemana-mana dan tidak memerlukankan kabel seperti telepon.
Keburukannya
Dapat membawa dampak yang negatif pada kalangan anak-anak.selain itu seseorang dengan gampang meneror orang lain dangan menggunakan HP

referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam

surat kabar cetak dan online

By : Irwanto (264)

Jaman sekarang surat kabar bukan lagi untuk menyampaikan informasi tetapi juga untuk menghibur atau sebagai hiburan. Sekarang surat kabar tidak hanya dalam bentuk cetak melainkan juga dalam internet yang disebut surat kabar online. Munculnya surat kabar online karenakan jaman yang makin canggih dan serba online..

Perkembangan surat kabar
surat kabar di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang yang secara singkat terbagi dalam enam periode, yakni zaman Belanda, zaman Jepang, zaman kemerdekaan, zaman Orde Lama, zaman Orde Baru dan zaman reformasi. Berikut uraian singkat kelima periode bersejarah tersebut:

Zaman Belanda
Pada tahun 1744 dilakukanlah percobaan pertama untuk menerbitkan media massa dengan diterbitkannya surat kabar pertama pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Imhoff dengan nama Bataviasche Nouvelles, tetapi surat kabar ini hanya mempunyai masa hidup selama dua tahun. Kemudian pada tahun 1828 diterbitkanlah Javasche Courant di Jakarta yang memuat berita-berita resmi pemerintahan, berita lelang dan berita kutipan dari harian-harian di Eropa. Mesin cetak pertama di Indonesia juga datang melalui Batavia (Jakarta) melalui seorang Nederland bernama W. Bruining dari Rotterdam yang kemudian menerbitkan surat kabar bernama Het Bataviasche Advertantie Blad yang memuat iklan-iklan dan berita-berita umum yang dikutip dari penerbitan resmi di Nederland(Staatscourant).
Di Surabaya sendiri pada periode ini telah terbit Soerabajasch Advertantiebland yang kemudian berganti menjadi Soerabajasch Niews en Advertantiebland. Sedang di Semarang terbit Semarangsche Advertetiebland dan De Semarangsche Courant. Secara umum serat kabar-surat kabar yang muncul saat itu tidak mempunyai arti secara politis karena cenderung pada iklan dari segi konten. Tirasnya tidak lebih dari 1000-1200 eksemplar tiap harinya. Setiap surat kabar yang beredar harulah melalui penyaringan oleh pihak pemerintahan Gubernur Jenderal di Bogor. Tidak hanya itu, surat kabar Belandapun terbit di daerah Sumatera dan Sulawesi. Di Padang terbit Soematra Courant, Padang Handeslsbland dan Bentara Melajoe. Di Makasar (Ujung Pandang) terbit Celebes Courant danMakassarsch Handelsbland.
Pada tahun 1885 di seluruh daerah yang dikuasai Belanda telah terbit sekitar 16 surat kabar dalam bahasa Belanda dan 12 surat kabar dalam bahasa Melayu seperti, Bintang Barat, Hindia-Nederland, Dinihari, Bintang Djohar (terbit di Bogor), Selompret Melayu dan Tjahaja Moelia, Pemberitaan Bahroe (Surabaya) dan surat kabar berbahasa Jawa, Bromatani yang terbit di Solo.

Zaman Jepang
Saat wajah penjajah berganti dan Jepang memasuki Indonesia, surat kabar-surat kabar yang beredar di Indonesia diambil alih secara pelan-pelan. Beberapa surat kabar disatukan dengan alasan penghematan namun yang sebenarnya adalah agar pemerintah Jepang memperketat pengawasan terhadat isi surat kabar. Kantor Berita Antara diambil alih dan diubah menjadi kantor berita Yashima dengan berpusat di Domei, Jepang. Konten surat kabar dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk memuji-muji pemerintahan Jepang. Wartawan Indonesia saat itu bekerja sebagai pegawai sedang yang mempunyai kedudukan tinggi adalah orang-orang yang sengaja didatangkan dari Jepang
Salah satu surat kabar yang terbit pada masa ini adalah Tjahaja (ejaan baru Cahaya). Surat kabar ini sudah menggunakan Bahasa Indonesia dan penerbit berada di kota Bandung. Surat kabar ini terbit di Indonesia namun berisikan berita tentang segala kondisi yang terjadi di Jepang. Para pemimpinnya di antaranya adalah Oto Iskandar Dinata, R. Bratanata, dan Mohamad Kurdi. Pada tampilan tampak bahwa surat kabar tersebut bertuliskan tanggal 24 Shichigatsu 2604, yang pada penanggalan masehi sama dengan tanggal 24 Juli 1944.

Zaman Kemerdekaan
Ketika pemerintah Jepang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda pencitraan pemerintah, Indonesiapun melakukan hal yang sama untuk melakukan perlawanan dalam hal sabotase komunikasi. Edi Soeradi melakukan propaganda agar rakyat berdatangan pada Rapat Raksasa Ikada pada tanggal 19 September 1945 untuk mendengarkan pidato Bung Karno. Dalam perjalanannya, Berita Indonesia (BI) berulang kali mengalami pembredelan dimana selama pembredelan tersebut para pegawai kemudian ditampung oleh surat kabar Merdeka yang didirikan oleh B.M. Diah. Surat kabar perjuangan lainnya adalah Harian Rakyat dengan pemimpin redaksi Samsudin Sutan Makmr dan Rinto Alwi dimana surat kabar tersebut menampilkan “pojok” dan “Bang Golok” sebagai artikel. Surat kabar lainnya yan terbit pada masa ini adalah Soeara Indonesia, Pedoman Harian yang berubah menjadi Soeara Merdeka (Bandung), Kedaulatan Rakyat (Bukittinggi), Demokrasi (Padang) dan Oetoesan Soematra (Padang).

Zaman Orde Lama
Setelah dikeluarkannya dekrit presiden tanggal 5 Juli 1959 oleh presiden Soekarno, terdapat larangan terhadap kegiatan politik termasuk pers. Persyaratan untuk mendapat Surat Izin Terbit dan Surat Izin Cetak diperketat yang kemudian situasi ini dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia untuk melakukan slowdown atau mogok secara halus oleh para buruh dan pegawai surat kabar. Karyawan pada bagian setting melambatkan pekerjaannya yang membuat banyak kolom surat kabar tidak terisi menjelang batas waktu cetak (deadline). Pada akhirnya kolom tersebut diisi iklan gratis. Hal ini menimpa surat kabar Soerabaja Post dan Harian Pedoman di Jakarta. Pada periode ini banyak terjadi kasus antara surat kabar pro PKI dan anti PKI.

Zaman Orde Baru
Pada periode ini, surat kabar yang dipaksa untuk berafiliasi kembali mendapatkan pribadi awalnya, seperti Kedaulatan Rakyat yang pada zaman orde lama harus berganti menjadi Dwikora. Hal ini juga terjadi pada Pikiran Rakyat di Bandung. Bahkan pers kampuspun mulai aktif kembali. Namun dibalik itu semua, pengawasan dan pengekangan pada pers terutama dalam hal konten tetap diberlakukan. Pemberitaan yang dianggap merugikan pemerintah harus dibredel dan dihukum dengan dilakukan pencabutan SIUP seperti yang terjadi pada Sinar Harapan, tabloid Monitor dan Detik serta majalah Tempo dan Editor. Pers lagi-lagi dibayangi dalam kekuasaan pemerintah yang cenderung memborgol kebebasan pers dalam membuat berita serta menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah. Pembredalanpun marak pada periode ini.

Surat kabar online ( Koran digital )
Koran digital termasuk ke dalam media yang dimengerti sebagai sarana komunikasi seperti pers, media, media penyiaran (broadcasting) dan sinema yang merujuk pada berbagai institusi atau bisnis yang berkomunikasi dengan para pembaca.
Koran digital ini merupakan koran yang dapat diakses melalui media elektronik seperti komputer atau mobile handphone. Karena perkembangan teknologi, koran yang tadinya berbentuk cetak surat kabar kini tak lagi berbentuk fisik melainkan berbentuk digital atau elektronik. Dalam hal inilah koran mengalami proses digitalisasi dan sudah banyak media massa yang mengembangkan teknologi koran digital ini dan membuat bentuk online dari koran cetak.
Koran digital berisi pesan-pesan atau berita untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai hal aktual atau yang baru saja terjadi. Prinsipnya sama seperti media cetak namun dikategorikan ke dalam media elektronik karena proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik dan eletromagnetis. Contoh dari media elektronik antara lain televisi, radio, internet). Edisi online dari sebuah koran ini memiliki reputasi yang tak kalah dengan koran edisi cetak karena berbagai macam user dapat mengakses koran digital ini dan semakin banyaknya pemasang iklan yang terdapat di website.
Koran digital berkembang pesat sejalan dengan berkembangnya internet yang mulai dipopulerkan pada tahun 1982. Koran digital muncul sebagai bentuk perkembangan teknologi komunikasi dan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan persebaran informasi yang cepat, mudah, dan instan. Salah satu koran nasional yang mempelopori berkembangnya koran digital ini adalah koran Kontan yang mulai membuat koran dalam bentuk digital pada 2 Juli 2008 silam. Hari berikutnya, giliranKompas membuat koran digital Kompas. Dua koran nasional lain yang menjadi pelopor digital adalah harian Republika dan Tempo.
Metamorfosa media cetak menjadi koran digital membuka peluang dunia baru dalam bisnis online yang disebut dengan New Media atau media baru. Media baru yang dimaksud meliputi berita online,blog, podcast, streaming video, dan social network atau jejaring sosial. Kehadiran koran digital ini mengadopsi segala bentuk dari media baru ini.
Koran digital hadir dalam berbagai bentuk yang antara lain dalam bentuk web, RSS(web feed), dan saat ini yang semakin berkembang adalah bentuk mobile phone dimana koran digital dapat diakses melalui ponsel yang dilengkapi fasilitas 3G dan internet serta konten yang bisa diunduh setiap saat.

Kelebihan Koran digital
1. Tampilan lebih menarik karena ditambah dengan gambar bergerak dan iklan. Tidak hanya berupa teks dan tulisan serta tata letak dan desain warna yang lebih banyak dan menarik.
2. Beritanya selalu terbaru. Tidak seperti edisi cetak yang harian atau mingguan. Jika ada berita baru, langsung dapat diunduh dan diunggah sehingga peristiwa yang disajikan semakin aktual.
3. Kemudahan memilih berita mana saja yang akan dibaca. Dengan koran digital akan sangat mudah untuk memilih berita karena semua terpampang di halaman pertama melalui menu previewsemua halamannya. Selain itu, artikel yang bisa dibaca menjadi lebih banyak karena mampu diakses sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama.
4. Cepat dan bisa disimpan. Tak perlu bersusah membolak-balik karena bisa memilih-milih artikel yang hendak dibaca serta waktu yang lebih singkat untuk membaca koran ini karena mampu mengakses artikel sekaligus dalam satu kurun waktu yang sama. Selain itu, artikel yang penting bisa disimpan dengan cara mengunduh atau dalam format PDF.
5. Tanpa kertas. Sesuai dengan isu pemanasan global saat ini, koran digital memberikan warna bagi gerakan baru untuk menghemat penggunaan kertas dan percetakan. Dengan munculnya koran digital, konten-konten dari sebuah koran dapat langsung diunggah sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam proses percetakan yang biasa dipakai oleh media cetak. Ancaman ketersediaan kertas yang semakin menipis semakin berkurang disamping harga kertas yang semakin mahal dan ketersediaanya yang semakin menipis.
6. Memangkas biaya produksi dan pengiriman yang mencapai angka 75 persen dari biaya pengeluaran produksi seluruhnya. Sebagian penerbit melihat inovasi teknologi ini akan membantu mereka meraih iklan online lebih besar lagi dan tetap menjangkau para pembacanya.
7. Praktis dan mudah di dapat di manapun dan kapanpun karena akses koran digital tidak terbatas dengan berkembangnya teknologi internet. Penyimpanan koran digital pun tidak memerlukan sebuah ruang atau tempat yang luas.

Kekurangan Koran digital
1. Keterbatasan sasaran pasar. Target yang dituju hanya pada kalangan menengah ke atas yang mempunyai fasilitas internet dan mempunyai handphone yang memiliki kanal GPRS. Atau di kalangan para pebisnis dan wirausahawan yang memiliki komputer pribadi atau komputer jinjing yang bisa mengakses layanan internet melalui wifi atau modem internet.
2. Dijadikan lahan bisnis media dan komersil. Terutama karena adanya iklan-iklan bergerak dan video yang hanya mampu diakses menggunakan teknologi Flash dan hanya beberapa pihak saja yang ahli membuat gambar bergerak ini di Indonesia.
3. Loading masih memerlukan waktu yang lama karena kemampuan koneksi internet di Indonesia masih lamban. Kecepatan internet di Indonesia masih jauh dibawah Korea Selatan, Hongkong,China, Singapura dan Jepang yang sudah mencapai angka 16.00 Mbps dan hanya memerlukan waktu sepersekian detik untuk mengakses internet daripada di Indonesia yang masih menghabiskan waktu hingga belasan bahkan puluhan detik dengan kecepatan yang hanya mencapai ratusan kbps saja.
4. Mahalnya biaya internet di Indonesia yang mencapai 17 kali lebih mahal daripada di negara Jepang. Dengan kecepatan yang hanya 256 kbps, para pengguna internet di Indonesia harus membayar sekitar ratusan ribu rupiah per bulan dengan asumsi kuota internet tak terbatas. Selain itu, para pembaca yang mengakses Koran Digital ini melalui telepon genggam mereka menghadapi tagihan biaya yang sama mahalnya karena harga paket yang ditawarkan oleh provider handphone untuk mengakses internet masih relatif mahal.

referensi
 Burton, Graeme, 1999, Media dan Budaya Populer, Yogyakarta: Jalasutra.
 Fidler, Roger, 2003, Mediamorfosis, Yogyakarta: Bentang Budaya.
 Cintan, Therina, 2009, Makalah Perkembangan Teknologi Komunikasi 345884, Jakarta: Universitas Indonesia.
 Rubin, Rebecca B, 2004, Communication Research Measures, London: Palmgreen Erlbaum Associates Publishers.
 Drs. Elvinaro Ardianto, M.Si dan Dra. Lukiarti Komala Erdinaya, M.Si, 2005. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
 Anonymous. 2002. Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia. Jakarta: Penerbit buku Kompas

Asal Mula dan Perkembangan Telepon

Asal Mula dan Perkembangan Telepon

 

Nama : Nungki Sigit W
NIM : 201010040311255

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FALKUTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kita tahu bahwa pada jaman nenek moyang kita melakukan komunikasi jarak jauh sangat susah dan sering terjadi miss komunikasi karenabanyaknya pesan dan mediasi yang tidak efektih. Karena pada jaman dulu komunikasi jarak jauh menggunakan symbol api unggun yang besar biasanya ditempatkan yang mudah terlihat seperti puncak gunung. Atau menggunakan orang – orang pesuruh dan menggunakan merpati.

Tetapi di era sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis.Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi.Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia.Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi.Penggunaan teknologi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih.Misalnya dalam berkomunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.

Bamyak cara dan alat yang digunakan dalam berkomunikasi saat ini diantaranya telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange and e-mail, dll.Salah satu teknologi yanga digunakan oleh masyarakat dalam berkomunikasi saat ini adalah telepon.Dari penemuan tersebut manusia bisa melakukan komunikasi dengan mudah, dan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang sangat mahal. Tetapi apa semua orang tahu siap dan bagamana oaring tersebut membuat telepon, pada makalah ini penulis akan menjabarkan siap dan bagimana dia bisa membuat alat komunikasi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam tulisan ini adalah :

1. Pengertiandan prinsip dasar Telepon.

2. Sejarah Alexander Graham Bell dan awalmula menemukan Telepon.

3. Penyebaran jaringan telepon di Indonesia.

1.3 Tujuan Penulisan

Tulisan ini bertujuan untuk :

1.Untuk mengetahui pengertian dan prinsip dari telepon.

2. Untuk mengetahui sejarah Alexander Graham Bell dan awalmula dia menemukan telepon.

3. Untuk mengetahui penyebaran jaringan telepon di Indonesia.

BAB II
ISI

2.1 Pengertian dan Prinsip Dasar Telepon

Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan).Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya.Telepon berasal dari bahasa Yunani yaitu terdiri dari buah kata yaitu tele yang berarti jauh, dan phone berarti bunyi.Telepon merupakan pesawat atau alat penerima getaran bunyi dari jarak jauh.Pengertian teleon dalam kehidupan sehari-hari mengandung pengertian mikrofon dan telepon.Mikrofon berfungsi sebagai pengirim suara (yang menghadap mulut), sedangkan telepon berfungsi yang menerima suara (yang menempel pada telinga).

Sedangkan prinsip dasar telepon Ketika gagang telepon diangkat, posisi telepon disebut off hook. Lalu sirkuit terbagi menjadi dua jalur di mana bagian positifnya akan berfungsi sebagai Tip yang menunjukkan angka nol sedangkan pada bagian negatif akan berfungsi sebagai Ring yang menunjukkan angka -48V DC. Kedua jalur ini yang nantinya akan memproses pesan dari sender untuk sampai ke receiver. Agar dapat menghasilkan suara pada telepon, sinyal elektrik ditransmisikan melalui kabel telepon yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dapat didengar oleh telepon receiver. Untuk teknologi analog, transmisi sinyal analog yang dikirimkan dari central office (CO) akan diubah menjadi transmisi digital. Angka-angka sebagai nomer telepon merupakan penggabungan antara nada-nada dan frekuensi tertentu yang kemudian dinamakan Dual-tone multi-frequencyDTMF dan memiliki satuan Hertz. Hubungan utama yang ada dalam sirkuit akan menjadi on hook ketika dibuka, lalu akan muncul getaran. Bunyi yang muncul di telepon penerima menandakan telepon telah siap digunakan.

2.2 Sejarah Alexander Graham Bell dan Awalmula Menemukan Telepon

Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland.Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan.Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.

Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring.Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.

Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat.Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.

Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.

Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik.Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.

Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.
Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876.

2.3 Penyebaran jaringan telepon di Indonesia.

Sebelum adanya telepon di Indonesia, pemanfaatan telekomunikasi dilakukan dengan telegraf.Pemanfaatan telegraf ini dimulai sejak saluran telegraf pertama dibuka pada tanggal 23 Oktober 1855 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sejak hadirnya telegraf elektromagnetik yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), jasa telegraf dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas di 28 kantor telegraf. Selain itu, kabel laut juga telah terpasang antara Jakarta dan Singapura, kemudian juga dari Jawa (Banyuwangi) ke Australia (Darwin).Beberapa tahun setelah penggunaan telegraf, muncullah jaringan telepon lokal di Indonesia dan menyebar secara cepat pada sebagian besar wilayah Indonesia.

Tahun 1882-1884

Pada tanggal 16 Oktober 1882 jaringan telepon lokal pertama sekali digunakan di Indonesia yang diselenggarakan oleh pihak swasta yang mendapat izin konsesi selama 25 tahun.Jaringan telepon yang pertama ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok (Batavia).Selanjutnya, pada tahun 1884 jaringan telepon dibangun di Semarang dan Surabaya. Khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Intercommunaal Telefoon Maatschappij memperoleh konsesi selama dua puluh lima tahun untuk hubungan Batavia-Semarang, selanjutnya Batavia-Surabaya, disusul Batavia-Bogor dan kemudian Bandung-Sukabumi. Dalam pengembangan jaringan telepon ternyata perusahaan-perusahaan telepon itu hanya membuka hubungan telepon di kota-kota besar yang mendatangkan untung saja sehingga penyebaran jaringan telepon tidak merata.

Tahun 1906

Setelah jangka waktu konsesi berakhir, semua perusahaan jaringan telepon diambil alih dan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Post, Telegraaf en Telefoon Dienst, kecuali jaringan telepon Perusahaan Kereta Api Deli (Deli Spoor Maatschappij, DSM). Sejak saat itu pelayanan jasa telekomunikasi dikelola oleh pemerintah secara monopoli.
Tahun 1967

Perusahaan telekomunikasi selesai dengan pembangunan jaringan telekomunikasi Nusantara yang meliputi proyek gelombang mikro lintas Sumatera, gelombang mikro Indonesia Timur yang menghubungkan Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Kalimantan. Jaringan telepon itu semula menggunakan sistem baterai lokal dan kawat tunggal yang terpasang di atas permukaan tanah sehingga sering mengalami gangguan.Pembaharuan dan modernisasi kemudian dilaksanakan, pemasangan kabel jarak jauh diterapkan di bawah permukaan tanah, kawat tunggal diganti dengan kawat sepasang dan menggunakan sistem baterai sentral.
Tahun 1976

Pada tanggal 9 Juli 1976 Indonesia memulai babak baru bidang telekomunikasinya yang ditandai dengan peluncuran satelit Palapa A-1 berjenis HS-333 dari Cape Canaveral.Satelit ini memungkinkan jaringan telepon Indonesia semakin luas cakupannya, hingga mencapai luar negara.Sejak saat ini pertumbuhan jaringan telepon semakin pesat dan canggih karena didukung teknologi satelit.Semakin banyak pula fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia.
Tahun 2009

Sejauh ini tercatat sebanyak 31.000 desa di sejumlah daerah Indonesia belum memiliki jaringan telepon.Pemerintah Indonesia sedang berupaya membangun jaringan di desa-desa tersebut agar masyarakatnya juga dapat menikmati fasilitas telepon.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan).Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya. Yang ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 14 Februari 1876, tetapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”. Dan pada tanggal 16 Oktober 1882 jaringan telepon lokal pertama sekali digunakan di Indonesia yang diselenggarakan oleh pihak swasta yang mendapat izin konsesi selama 25 tahun. Jaringan telepon yang pertama ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok (Batavia).

DAFTAR PUSTAKA

http://wwwresqianugrahs.blogspot.com/2011/02/contoh-karya-tulis-ilmiah-pengaruh.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon
http://tugassekolahonline.blogspot.com/2010/06/sejarah-telepon-radio-televisi-komputer.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2112632-pengertian-telepon/#ixzz1dvwv3ruG
http://members.tripod.com/perkembangan_telepon/sejarah.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_telepon_di_Indonesia
http://deniz.ucoz.com/news/sejarah_telepon/2009-10-31-36

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP PENDIDIKAN DI SMA

MAKALAH

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI

TERHADAP PENDIDIKAN DI SMA

Disusun oleh :

Amiratul Azizah

201010040311258

Ikom-D

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALAN

2011

 

 

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur dan sanjungan bagi ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan kasih sayangnya yang maha luas hingga tak terbatas ruang dan waktu sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah ini tanpa suatu halangan yang menyulitkan didalamnya.

Penulis tidak lupa pula menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Karena tanpa bantuan serta dukungan dari semua pihak, makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik Penulis juga meminta maaf sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan makalah ini telah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak sengaja.

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang dapat mengarahkan pada perbaikan di masa datang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

i

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar         …………………………………………………………………………………….  i

Daftar Isi                  …………………………………………………………………………………….  ii

Bab I

  • Latar Belakang         ……………………………………………………………………………….1
  • Rumusan Masalah     ………………………………………………………………………………1
  • Tujuan Penulisan       ………………………………………………………………………………1

Bab II

  • Pengertian Implementasi Teknologi Komunikasi     …………………………………………2
  • Proses Implementasi Teknologi Komunikasi            ……………………………………….2
  • Perspektif tentang Implementasi Teknologi Komunikasi     ……………………………….3
  • Implementasi Teknologi Komunikasi Terhadap Pendidikan di SMA ……………………..3

Bab III

  • Kesimpulan   ………………………………………………………………………………………..5
  • Saran             ………………………………………………………………………………………5

Daftar Pustaka          …………………………………………………………………………………….6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Teknologi komunikasi pada saat ini perkembangannya sangatlah pesat, sehingga masyarakat pun dituntut untuk bisa memahami dan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu, tidak sedikit masyarakat yang masih tidak bisa menggunakan teknologi komunikasi tersebut. Hal ini bisa saja dikarenakan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah rumah penduduk yang tidak terjangkau dan masuk terlalu dalam di daerah pedesaan, selain itu bisa juga dikarenakan oleh nilai-nilai dari teknologi tersebut tidaklah sesuai dengan nilai yang ada dalam masyarakat yang telah ada sejak dahulu.

Sesungguhnya teknologi komunikasi itu sangatlah penting bagi kehidupan bermasyarakat. Apabila kita sedang berada jauh dari keluarga ataupun saudara, maka kita bisa menggunakan teknologi komunikasi sehingga mudah dalam berinteraksi meskipun tidak bertatap muka langsung. Seperti halnya pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini, lebih khususnya pendidikan di kalangan pelajar SMA. Tidak sedikit sekolah-sekolah SMA yang saat ini menggunakan basis teknologi yang canggih. Banyak sekali fasilitas teknologi komunikasi yang disediakan dalam sekolah SMA saat ini, seperti saja LCD, Proyektor, dan lain sebagainya. Setiap kelas dalam sekolah saat ini dinamakan kelas multimedia, karena fasilitas yang serba canggih yang telah disediakan di sekolah.

  1. B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana Implementasi Teknologi Komunikasi Terhadap Pendidikan Di SMA ?

  1. C.    Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pembentukan Implementasi Teknologi Komunikasi Terhadap Pendidikan Di SMA. Dengan adanya penulisan ini, maka kita dapat mengetahui cara yang baik dalam menerapkan teknologi komunikasi.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Implementasi Teknologi Komunikasi

Secara kebahasaan, implementasi sama dengan penerapan[1]. Jadi, yang dimaksud dengan implementasi teknologi komunikasi adalah penerapan terhadap teknologi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi komunikasi itu sangatlah berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat, meskipun begitu masih banyak pula masyarakat yang masih saja tidak mengenal teknologi komunikasi. Tentu saja hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurangnya informasi yang didapat dan daerah tempat tinggal yang jauh dari perkotaan. Selain itu, dapat pula dipengaruhi oleh nilai-nilai teknologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang telah ada dalam masyarakat sejak dahulu. Sehingga yang paling banyak menggunakan teknologi komunikasi dalam kehidupannya sehari-hari adalah masyarakat yang tinggalnya berada di daerah perkotaan maupun sekitarnya. Pada saat ini dapat dikatakan bahwa antara kehidupan kita dan teknologi komunikasi hubungannya sangat erat sekali, karena sulit sekali untuk memisahkan kehidupan kita dengan teknologi komunikasi itu sendiri.

Dengan adanya teknologi komunikasi ini kita dapat dengan mudah untuk menjalankan sesuatu, misalnya saja kita mudah menghubungi rekan bisnis ataupun keluarga kita apabila mereka berada jauh dengan kita. Teknologi komunikasi membuat kita hidup lebih mudah. Dapat dikatakan bahwa hidup kita itu sangat tergantung sekali dengan teknologi komunikasi.

  1. B.     Proses Implementasi Teknologi Komunikasi

Proses implementasi teknologi komunikasi bisa merujuk pada model proses inovasi yang diperkenalkan oleh Everett M. Rogers. Proses implementasi harus melewati tahap :[2]

  1. Inisiasi, yaitu usaha mengumpulkan informasi tentang teknologi komunikasi, memahaminya dengan seksama dan merencanakannya untuk mengadopsinya. Tahap ini memiliki dua tingkat, yaitu :
    1. Agenda-setting
    2. Matching
  2. Implementasi, yaitu seluruh kegiatan dan aktivitas yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang dirindukan. Tahap ini memiliki tiga tingkat, seperti :[3]
    1. Redefining
    2. Clarifying
    3. Routinizing

Berdasarkan proses implementasi teknologi komunikasi diatas, maka persoalan penerapan teknologi komunikasi muncul sebelum penerapan itu menjadi rutinitas[4].

  1. C.    Perspektif tentang Implementasi Teknologi Komunikasi

Empat perspektif tentang implementasi teknologi komunikasi meliputi[5]:

  1. Teknosentrik, perspektif ini menempatkan teknologi sebagai kekuatan yang mendorong terciptanya perubahan.
  2. Sosiosentrik, perspektif ini merupakan kebalikan perspektif teknosentrik. Jika perspektif teknosentrik berfokus pada teknologi, maka perspektif sosiosentrik berfokus pada situasi sosial yang ada pada sebuah lembaga / organisasi.
  3. Konflik, perspektif ini menempatkan konflik sebagai sesuatu yang melekat pada proses pengambilan keputusan.
  4. Disain sistem, perspektif ini merupakan kombinasi ketiga perspektif terdahulu.
  5. D.    Implementasi Teknologi Komunikasi Terhadap Pendidikan di SMA

Dalam era globalisasi ini teknologi komunikasi sangatlah berkembang cepat dan pesat, tidak ketinggalan pula dalam dunia pendidikan. Sangatlah penting untuk dunia pendidikan itu mengikuti perkembangan zaman, apalagi tentang teknologi komunikasi. Dunia pendidikan haruslah sangat cepat dalam menerima informasi dari dunia luar maupun dari dalam, khususnya disini adalah pendidikan di SMA. Sekolah merupakan salah satu tempat dimana kita bisa mendapatkan ilmu. Dengan cara belajarlah kita dapat mengetahui apa saja yang sedang terjadi di dunia ini. Sehingga kita dapat mengetahui dan dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting bagi kita, apalagi pendidikan yang ditunjang dengan teknologi komunikasi. Saat ini, sudah tidak asing lagi bagi dunia pendidikan mengenai teknologi komunikasi. Sudah banyak sekolahan di SMA yang kelas-kelasnya menggunakan sistem multimedia. Hal ini dapat membantu muridnya untuk belajar lebih giat dan mendapatkan ilmu yang lebih banyak serta luas. Biasanya SMA yang menggunakan teknologi komunikasi itu di daerah-daerah perkotaan, SMA favorit, maupun sekolah yang dipinggiran kota saat ini pun sudah banyak yang menggunakan teknologi komunikasi yang canggih.

Biasanya fasilitas yang disediakan oleh pihak sekolah di dalam kelas diantaranya ada proyektor, LCD, dan lain sebagainya. Sedangkan yang biasanya ada dalam ruangan guru diantaranya adalah komputer, televisi, mesin faksimile, wifi, dan lain sebagainya. Selain pendidikan didalam kelas, guru pun menggunakan cara mengajar melalui internet (online). Sehingga dapat belajar meskipun di akses dari rumah atau dimanapun. Hal ini tentu saja memudahkan guru ataupun muridnya. Selain itu juga siswa dapat meminjam buku di perpustakaan sekolah yang sekarang ini menggunakan sistem perpustakaan digital, dan bukan lagi ruangan yang hanya berisi rak-rak buku saja. Tentu saja hal ini membantu siswa untuk menjadi orang yang mengikuti zaman dan membuat siswa tidak mudah bosan dalam belajar, apalagi yang kita ketahui bahwa masa-masa SMA adalah masa di mana anak muda itu sering bergaul, dan hanya ingin bersenang-senang saja tanpa memikirkan pendidikan.

Pemanfaatan teknologi informasi diperuntukkan bagi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam upayanya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Guru dan pengurus sekolah tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan oleh komputer. Dengan demikian dapat memberikan keuntungan dalam efisien waktu dan tenaga[6].

Meskipun begitu, masih adapula SMA yang tidak menggunakan sistem multimedia dalam sekolahannya. Hal ini bisa saja dikarenakan oleh beberapa faktor, misalnya saja karena sekolahan yang letaknya sangat jauh dari perkotaan, murid yang terlalu sedikit sehingga dana yang didapatkan tidak mencukupi untuk membuat sekolahan yang bersistem multimedia, tempat berdirinya sekolahan tersebut berada di daerah yang sulit dijangkau, sumber daya manusia yang masih terbatas, dan lain sebagainya. Dengan begitu seharusnya pemerintah juga ikut campur dalam pembangunan sekolahan yang layak, sehingga generasi penerus bangsa dapat belajar dengan baik dan nantinya bisa membuat bangsa kita menjadi negara yang maju.

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Implementasi teknologi komunikasi adalah penerapan terhadap teknologi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era globalisasi ini teknologi komunikasi sangatlah berkembang cepat dan pesat, tidak ketinggalan pula dalam dunia pendidikan. Sangatlah penting untuk dunia pendidikan itu mengikuti perkembangan zaman, apalagi tentang teknologi komunikasi. Dunia pendidikan haruslah sangat cepat dalam menerima informasi dari dunia luar maupun dari dalam, khususnya disini adalah pendidikan di SMA. Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting bagi kita, apalagi pendidikan yang ditunjang dengan teknologi komunikasi. Dalam memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia itu sendiri.

  1. B.     Saran

Perlu diperhatikan lagi oleh pemerintah bahwa pendidikan di Indonesia ini tidak semuanya memiliki fasilitas yang baik dan layak. Oleh karena itu, seharusnya pemerintahlah yang bertanggung jawab dalam perkembangan pendidikan di Indonesia ini. Apabila ada sekolah yang tidak layak serta tidak memenuhi dalam hal fasilitas maupun bangunan, hendaknya pemerintah tanggap dalam mengatasi masalah-masalah seperti ini di Indonesia.

Demikian makalah yang dapat saya tulis, kurang lebihnya penulis mohon maaf. Saran dan kritik dari pembaca sangat membantu untuk memperbaiki makalah.

DAFTAR PUSTAKA

Abrar, Ana Nadhya. “Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi”. Yogyakarta: Lesfi. 2003.

http://www.kamadeva.com/index-menu-news-newsid-tiduniapendidikan.htm

http://idakirei.wordpress.com/2008/06/04/implikasi-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-dunia-pendidikan/

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/PRODI._ILMU_KOMPUTER/196603252001121-MUNIR/Artikel_TIK/Dampak_Teknologi_Informasi_dan_Komunikasi_dalam_Pendidikan.pdf


[1] Abrar, Ana Nadhya. “Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi” (Yogyakarta: Lesfi. 2003) p.30.

[2] Abrar, Ana Nadhya. “Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi” (Yogyakarta: Lesfi. 2003) p.31.

[3] Abrar, Ana Nadhya. “Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi” (Yogyakarta: Lesfi. 2003) p.31.

[4] Abrar, Ana Nadhya. “Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi” (Yogyakarta: Lesfi. 2003) p.32.

[5] Abrar, Ana Nadhya. “Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi” (Yogyakarta: Lesfi. 2003) p.33.

The Result From Our Research

 

 

 

Kami mensurvey sebanyak 30 orang yang terdiri dari 10 pengguna facebook dan 20 mahasiswa dengan menggunakan angket.

Dari hasil survey kami, menyatakan bahwa 25 dari 30 orang berminat membaca surat kabar. Dari segi lama waktu membaca, sekitar 10 orang membaca 1-5 menit, 9 orang membaca 5-10 menit, dan 6 orang sisanya membaca antara 10-15 menit. Berdasarkan pada jenis surat kabarnya, 16 orang memilih surat kabar online dan 9 orang memilih surat kabar cetak. Alasan memilih surat kabar tersebut antara lain 11 orang beralasan efektif, 7 orang beralasan karena biaya terjangkau, 3 orang beralasan berdasarkan tampilannya yang menarik, dan 4 orang beralasan bahwa info yang mereka dapat lebih lengkap. Dari sisi topik pilihan, 7 orang memilih topic sports, 4 orang memilih topik politik, 2 orang memilih ekonomi, 8 orang memilih entertainment, dan 4 orang memilih iklan sebagai topic bacaan pilihan.

Dapat disimpulkan bahwa dari 30 yang kami survey, 25 orang berminat membaca surat kabar. Lama waktu membaca yang paling banyak adalah sekitar 1-5 menit. Dan mereka lebih berminat mencari informasi melalui surat kabar online, dengan alasan terbanyak bahwa online lebih efektif daripada cetak. Dan mereka mayoritas lebih memilih entertainment sebagai topik utamanya.

Anggota Kelompok:

Syafirurrizal El M.  201010040311308

Edison                             201010040311300

Amiratul Azizah      201010040311258

Irwanto                          201010040311264

Eka Kusuma W.         201010040311254

M. Fikri Fahmi S.      201010040311202

Hendy A. W.                 201010040311195

Historical Development of Communications Technology on The Persian Empire and The Triumph of Atlantis

By: Syafirurrizal El M. (308)

Sebelum itu saya jelaskan dahulu tentang definisi dari perkembangan teknologi komunikasi.  Definisi perkembangan teknologi komunikasi menurut hasil pengamatan saya adalah perubahan secara nyata pada manusia yang berlangsung secara revolusi dalam hal penyampaian pesan (komunikasi) melalui hasil-hasil karya manusia yang disebut teknologi. Jika diteliti ulang, maka kita telah mengalami perkembangan teknologi komunikasi secara pesat, mulai dari yang umum seperti lukisan manusia primitif, ukiran pada bangsa sumeria, hieroglif pada mesir kuno, sistem burung merpati pada kerajaan yunani, penemuan kertas untuk menulis dari cina, mesin cetak Johannes Gutenberg, telepon yang ditemukan Alexander Graham Bell, Morse dengan kode Morsenya, radio hasil temuan Marconi, televisi,  komputer dengan besar segudang, hingga zaman kita sekarang yang bertaburan dengan dunia maya, ponsel, laptop dan juga alat canggih lainnya. Tetapi, kita banyak yang tidak sadar telah mengalami missing theory pada perkembangan ini. Ternyata ada jenis teknologi komunikasi yang hilang dalam masyarakat dunia dan mulai dari tiga puluh tahun lalu telah dilakukan penelitian secara besar-besaran. Dan, kita sebagai bangsa Indonesia lagi-lagi tidak peduli dengan itu, hanya berpikir hidup enak saja dan apatis yang terus up to date masalah teknologi baru dan tidak memikirkan perjalanan teknologi itu sendiri.

Dalam sejarah perkembangan teknologi komunikasi, lari marathon yang sekarang dipakai sebagai ajang lomba juga merupakan sebuah perkembangan teknologi komunikasi. Dan pada tahun 2005 (masih termasuk perkembangan terbaru, karena masuk dalam revolusi sejarah perkembangan teknologi komunikasi) Prof. Arysio Santos dari Brazil telah menemukan Benua yang hilang yaitu Atlantis. Beliau menerangkan dalam bukunya yang berjudul “Atlantis, The Lost Continent Finally Found” bahwa dalam benua atlantis terdapat bangsa atlantis yang mempunyai peradaban tinggi dan berbasis teknologi paling mutakhir, dalam buku itu juga dijelaskan bagaimana masyarakat atlantis membuat sebuah teknologi komunikasi yang sungguh berbeda jauh dengan era kita sekarang yang ditaburi oleh barang-barang canggih. Teknologi komunikasi pada bangsa atlantis tersebut telah melampaui teknologi kita, dan telah menemukan teknologi komunikasi berupa teleportasi, musik, budaya, dan situs (yang sekarang terpendam dalam bawah bumi, tetapi masih ada sisa jejak). Bagi saya itu adalah merupakan perkembangan teknologi komunikasi yang hilang, meskipun pada zaman sekarang ada segelintir orang di dunia yang menggunakan musik dan situs sebagai komunikasi antar sesama. Berikut ini akan saya jelaskan tentang perkembangan teknologi komunikasi pada zaman Imperium Persia dan zaman Atlantis.

Perkembangan Teknologi Komunikasi Pada Zaman Imperium Persia

Adalah suatu perkembangan teknologi komunikasi yang sangat unik tetapi menjadi cikal bakal perlombaan sedunia yaitu, Marathon.

Dalam sebuah acara TV internasional (yang disiarkan oleh Metro TV) yang berjudul The War And Civilizations: History of Greek (Greece Empire) menceritakan; “bahwa saat itu ada seorang pengirim surat perang yang bernama Pheidippides, Ia berlari dari kota Marathon menuju ke Athena untuk mengumumkan pada warganya bahwa mereka telah memenangkan perang terhadap Persia dalam perang Marathon pada tahun 490 SM. Pheidippides berlari tanpa henti sejauh 26 mil atau 42.195km. setelah menyampaikan kabar kemengannya, iapun tewas karena keletihan. Pada saat perang Marathon terjadi, tentara Persia yang dipimpin oleh Darius I datang dengan kekuatan besar, dan tentara Athena yang dipimpin oleh Miltiades hanya berjumlah ratusan. Namun, berkat kepiawaiannya, Miltiades mampu mengembangkan strategi perang kilatnya dan mampu memenangkan perang dengan menelan korban dari Persia sebanyak 6400, dan Athena 192. Sebelumnya, Pheidippides bertugas untuk menyampaikan pesan ke Sparta untuk meminta bantuan, ia berlari selama dua hari sebanyak 240 km namun ditolak, sehingga terpaksa dibantu oleh Platea yang juga mempunyai pasukan sedikit. Dan pada umumnya, pada waktu itu para pengirim surat mengirim surat dengan berlari sejauh 32 km”.

Dalam sebuah acara TV internasional (yang disiarkan oleh Metro TV) yang berjudul The War And Civilizations: History of Greek (Greece Empire) menceritakan; “bahwa saat itu ada seorang pengirim surat perang yang bernama Pheidippides, Ia berlari dari kota Marathon menuju ke Athena untuk mengumumkan pada warganya bahwa mereka telah memenangkan perang terhadap Persia dalam perang Marathon pada tahun 490 SM. Pheidippides berlari tanpa henti sejauh 26 mil atau 42.195km. setelah menyampaikan kabar kemengannya, iapun tewas karena keletihan. Pada saat perang Marathon terjadi, tentara Persia yang dipimpin oleh Darius I datang dengan kekuatan besar, dan tentara Athena yang dipimpin oleh Miltiades hanya berjumlah ratusan. Namun, berkat kepiawaiannya, Miltiades mampu mengembangkan strategi perang kilatnya dan mampu memenangkan perang dengan menelan korban dari Persia sebanyak 6400, dan Athena 192. Sebelumnya, Pheidippides bertugas untuk menyampaikan pesan ke Sparta untuk meminta bantuan, ia berlari selama dua hari sebanyak 240 km namun ditolak, sehingga terpaksa dibantu oleh Platea yang juga mempunyai pasukan sedikit. Dan pada umumnya, pada waktu itu para pengirim surat mengirim surat dengan berlari sejauh 32 km”.

Bisa dibayangkan bahwa pada zaman Imperium Persia, teknologi komunikasi menggunakan kemampuan alami pada manusia yaitu berlari. Mereka mengirimkan pesan, mengumumkan pada Raja dan warganya, dan umumnya mereka mengumumkan tentang perang, ekonomi pada suatu kota, dan kejadian bencana alam. Hingga sampai menimbulkan korban, namun itu membuat banyak manusia mengerti, mengagumi, dan mempelajari tentang perkembangan teknologi komunikasi untuk era selanjutnya. Dan menurut saya, ini adalah suatu sejarah perkembangan teknologi komunikasi yang paling menakjubkan dan sekaligus paling banyak menanggung resiko karena mereka berjuang demi Negara sebagai komunikator.

Perkembangan Teknologi Komunikasi Pada Zaman Atlantis

                        Banyak orang percaya bahwa benua dan kerajaan Atlantis adalah hanyalah sebuah mitos yang diceritakan oleh Plato (427-347 SM). Atlantis (12000-9500 SM) adalah sebuah kerajaan yang sangat maju namun mengalami try and error Theoric atau teori sapu jagad dari adzab Allah SWT berupa banjir yang sangat besar melebihi tsunami terbesar pada kota Platea disusul gempa yang maha dahsyat dan gunung meletus yang sangat besar. Dikarenakan karena masyarakat Atlantis adalah masyarakat yang arogan, ambisius, haus kekuasaan dan haus peperangan. Negeri ini hancur dalam waktu sehari semalam, dan ketika itu hendak menghancurkan Athena Kuno.

Plato sendiri menyatakan bahwa Atlantis merupakan peradaban dengan teknologi paling mutakhir dan pusat kebudayaan yang tinggi.

Dalam catatan Plato yang berjudul Timaeus menceritakan: “Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.”

Plato mempunyai dua buku yang menceritakan tentang Atlantis yang berjudul Critias dan Timaeus. Dalam catatan Plato yang berjudul Timaeus menceritakan: “Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.”

Lalu seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, para peneliti melakukan penelitian sebanyak-banyaknya. Dan ada salah satu peneliti professional yang berani menyatakan bahwa Atlantis itu adalah NKRI kita ini. Peneliti itu bernama Profesor Arysio Nunes Dos Santos (Prof. Arysio Santos) dari Brazil, dan beliau menemukan bukti-bukti fisik geologis, geografis, dan juga fisikologis.

Menurut Hasil Geologis dan Geografis, Prof. Santos mengatakan “ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat. Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari spesies mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon. Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia”.

Beliau juga mengatakan “Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.

Dan beliau mengatakan: “Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani)”.

“Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa. Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene)”.

Menurut Hasil Geologis dan Geografis, Prof. Santos mengatakan “ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat. Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari spesies mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon. Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia”.

Beliau juga mengatakan “Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.

Dan beliau mengatakan: “Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani)”.

“Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa. Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene)”.

Prof. Santos Juga mengatakan dalam bukunya yang berjudul “Atlantis, The Lost Continent Finally Found” bahwa: “Atlantis adalah suatu peradaban maju yang melampaui kemajuan zaman kita sekarang, hingga mampu membuat bahan bakar dari Kristal, dan teleportasi yang bagi kita adalah hal yang mustahil. Dan system komunikasi mereka sudah bukanlah buku, tetapi merupakan budaya mereka, situs mereka, teleportasi mereka dan juga seni music mereka”.

Pernyataan Prof. Santos membuat gempar seluruh dunia, tapi masih sedikit orang Indonesia yang mengetahui hal ini. Dalam bukunya, Prof. Santos mengatakan bahwa: “Atlantis adalah suatu peradaban maju yang melampaui kemajuan zaman kita sekarang, hingga mampu membuat bahan bakar dari Kristal, dan teleportasi yang bagi kita adalah hal yang mustahil. Dan sistem komunikasi mereka sudah bukanlah buku, tetapi merupakan budaya mereka, situs mereka, teleportasi mereka dan juga seni musik mereka”.

Dari sini bisa kita lihat bahwa Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat maju dengan tingkat teknologi yang sangat maju pula. Ada pula bukti-bukti perkembangan teknologi komunikasi Atlantis yang masih belum hilang sampai sekarang, dan bahkan dijadikan sumber budaya asli kita dan ciri khas Negara kita seperti:

  1. Musik Dangdut (Koplo dan Original) (menceritakan tentang kehidupan mereka, mulai dari gaya hidup hingga sifat mereka).
  2. Tarian-tarian daerah Negara kita (menyampaikan tentang suatu kisah penting dalam suatu wilayah atau kota).
  3. Bentuk, tatanan, atau situs dari Borobudur (meniru sistem pertanian terasering kita).

Lalu, bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut? Pada waktu itu teknologi komunikasi terutama seperti musik adalah sebagai komunikasi jarak jauh sama seperti fungsi ponsel saat ini. Namun mereka mempunyai teknologi yang disebut TFI (Tone For Communication), yaitu alat pembuat nada dari setiap orang yang saling berkomunikasi lewat alat tersebut sehingga menciptakan lagu atau musik sendiri yang mempunyai arti sendiri bagi personal maupun orang banyak.

Namun, pada hieroglif piramida Mesir menggambarkan sebuah helicopter dan pesawat teknologi tinggi. Dan telah menjadi sebuah controversial masyarakat dunia. Hingga akhirnya banyak orang yang bilang bahwa itu adalah hasil dari keisengan orang dengan merubah hieroglif tersebut. Namun telah diteliti kembali bahwa itu bukanlah hasil tangan usil orang, melainkan adalah sisa warga Atlantis yang selamat dari Try And Error dan berpencar keseluruh penjuru dunia melalui teknologi teleportasi yang tersisa lalu menyesuaikan dan menggabungkan diri dengan masyarakat sekitar, contohnya mesir.

dan sampai sekarang Atlantis disebut sebagai “Mother of all civilization”, karena semua budaya berawal dari Atlantis yang menyebar ke seluruh penjuru dunia terutama Asia-Afrika.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

The War And Civilizations: History of Greek (Greece Empire).

Santos, Arysio. “Atlantis: The Lost Continent Finally Found”, Ufuk Press, Jakarta Selatan, 2010

Televisi Sebagai Alat Komunikasi

By: Eka Kusuma Whardana (254)

Media massa telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi massa dewasa ini bahkan ketergantungan manusia pada media massa sudah sedemikian besar. Media komunikasi massa abad ini yang tengah digandrungi masyarakat adalah televisi. Joseph Straubhaar & Robert La Rose dalam bukunya Media Now, menyatakan; the Avarege Person spend 2600 Hours per years watcing TV or listening to radio. That,s 325 eight-hourdays, a full time job. We spend another 900 hours with other media, including, newpaper, books, magazines, music, film, home video, video games and the internet, that about hours of media use – more time than we spend on anything else, including working or sleeping (straubhaar & La Rose, 2004 : 3)

Di Indonesia berdasarkan survey Ac Nielsen di tahun 1999 bahwa 61% sampai 91% masyarakat Indonesia suka menonton televisi, hasil ini lebih lanjut dijelaskan bahwa “hampir 8 dari 10 orang dewasa di kota-kota besar menonton televisi setiap hari dari 4 dari 10 orang mendengarkan radio” ( Media Indonesia, 16- Nopember 1999). Hal ini menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan “aktivitas” utama masyarakat yang seakan tak bisa ditinggalkan. Realitas ini sebuah bukti bahwa televisi mempunyai kekuatan menghipnotis pemirsa, sehingga seolah-olah televisi telah mengalienasi seseorang dalam agenda settingnya.

Perkembangan pertelevisian di Indonesia dua tahun terakhir ini memang amat menarik, televisi-televisi swasta bermunculan melengkapi dan memperkaya TV yang sudah ada. Tercatat lebih dari 17 TV yang ada di Indonesia adalah TVRI, RCTI, SCTV, TPI, AN-TV, Indosiar, Trans-TV, Lativi, TV-7, TV Global, dan Metro TV ditambah TV-TV lokal seperti Bandung TV, STV, Padjadjaran TV dan sebagainya. Fenomena ini tentu saja menggembirakan karena idealnya masyarakat Indonesia memiliki banyak alternatif dalam memilih suguhan acara televisi.

Namun realitasnya, yang terjadi adalah stasiun-stasiun TV di Indonesia terjebak pada selera pasar karena tema acara yang disajikan hampir semua saluran TV tidak lagi beragam tetapi seragam di mana informasi yang sampai kepada publik hanya itu-itu saja tidak menyediakan banyak alternatif pilihan. Beberapa format acara TV yang sukses di satu stasiun TV acapkali diikuti oleh TV-TV lainnya, hal ini terjadi hampir pada seluruh format acara TV baik itu berita kriminal dan bedah kasus, tayangan misteri, dangdut, film india, telenovela, serial drama Asia, Infotainment, dan lain-lain.

Media watch mencatat bahwa selama ini atas nama mekanisme pasar, pilihan format isi pertelevisian tak pernah lepas dari pertimbangan ”tuntunan khalayak” menurut perspektif pengelola. Berbagai program acara dibuat hanya untuk melayani kelompok budaya mayoritas yang potensial menguntungkan, sementara kelompok minoritas tersisihkan dari dunia simbolik televisi.

Ukuran televisi hanya dilihat berdasarkan rating tidak memperhatikan faktor fungsional, akibatnya ada kelompok masyarakat yang dapat menikmati berbagai stasiun TV karena berada di wilayah yang berpotensi, tapi ada masyarakat yang tak terlayani sama sekali atau menangkap acara televisi namun isinya secara kultural tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Keadaan ini sebelumnya terjadi juga pada negara adi kuasa seperti Amerika Serikat penelitian di negara ini menunjukkan bahwa surat kabar dan televisi mengarahkan sasaran liputan mereka terutama pada kelompok elite dan tak memperdulikan sebagian besar warga (Kovach, 2003:66) dalam pemenuhan fungsi informasi dan hiburan belakangan ini, TV-TV gencar menayangkan berita-berita yang disebut dengan infotainment. Kehadiran infotainment amat mewarnai program-program acara di televisi bahkan menempati posisi rating tertinggi yang berarti acara-acara model seperti ini amat digemari oleh masyarakat. Pengiklan pun tak urung berbondong—bondong memasang iklan pada setiap tayangannya tentu saja semakin mamacu pengelola media untuk berloma-lomba membuat heboh acara infotainment yang dikemasnya.

Dipelopori oleh tayangan kabar-kabari lima tahun silam di RCTI, saat ini tidak kurang dari 50 judul acara serupa muncul menyebar di semua stasiun TV termasuk TVRI bahkan Metro TV. Semua format yang tampil mengatasnamakan infotainment sebagai penggabungan dari kata ”Information’ dan Entertainment’ (Informasi dan Hiburan) wujudnya merupakan paket tayangan informasi yang dikemas dalam bentuk hiburan & informasi yang menghibur.

Jika kita cermati tampaknya tayangan-tayangan infotainment yang mengklaim sebagai sebuah produk jurnalisme seringkali berorientasi bukan pada efek yang timbul dalam masyarakat tetapi produk komersial tersebut apakah mampu terjual dan mempunyai nilai ekonomis atau tidak, sehingga tidak memperhatikan apa manfaatnya bagi pemirsa ketika menginformasikan adegan ”syur” Mayangsari – Bambang Soeharto, exploitasi kawin cerai para selebritis, konflik, gaya hidup, serta kebohongan publik yang kerap digembar-gemborkan oleh kalangan selebritis.

Fenomena ini menandakan satu permasalahan di dalam kehidupan nilai-nilai ”filosofis” televisi di Indonesia. Televisi Indonesia semakin hari semakin memperlihatkan kecenderungan mencampuradukan berita dan hiburan melalui format tayangan ”infotainment”. Kebergunaan berita menjadi berkurang bahkan menyimpang. Hal ini disebabkan di antaranya oleh tekanan pasar yang makin meningkat.

1. Kerangka Teoritis
Louis O. Katsoff dalam bukunya ”Elements of Philosophy” menyatakan bahwa kegiatan filsafat merupakan perenungan, yaitu suatu jenis pemikiran yang meliputi kegiatan meragukan segala sesuatu, mengajukan pertanyaan, menghubungkan gagasan yang satu dengan gagasan yang lainnya, menanyakan ”mengapa”’ mencari jawaban yang lebih baik ketimbang jawaban pada pandangan mata. Filsafat sebagai perenungan mengusahakan kejelasan, keutuhan, dan keadaan memadainya pengetahuan agar dapat diperoleh pemahaman. Tujuan filsafat adalah mengumpulkan pengetahuan manusia sebanyak mungkin, mengajukan kritik dan menilai pengetahuan ini. Menemukan hakekatnya, dan menerbitkan serta mengatur semuanya itu dalam bentuk yang sistematik. Filsafat membawa kita kepada pemahaman & pemahaman membawa kita kepada tindakan yang lebih layak. Tiga bidang kajian filsafat ilmu adalah epistemologis, ontologis, dan oksiologis. Ketiga bidang filsafat ini merupakan pilar utama bangunan filsafat.

Epistemologi: merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode, dan batasan pengetahuan manusia yang bersangkutan dengan kriteria bagi penilaian terhadap kebenaran dan kepalsuan. Epistemologi pada dasarnya adalah cara bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang diperoleh dalam prosesnya menggunakan metode ilmiah. Medode adalah tata cara dari suatu kegiatan berdasarkan perencanaan yang matang & mapan, sistematis & logis.

Ontologi: adalah cabang filsafat mengenai sifat (wujud) atau lebih sempit lagi sifat fenomena yang ingin kita ketahui. Dalam ilmu pengetahuan sosial ontologi terutama berkaitan dengan sifat interaksi sosial. Menurut Stephen Litle John, ontologi adalah mengerjakan terjadinya pengetahuan dari sebuah gagasan kita tentang realitas. Bagi ilmu sosial ontologi memiliki keluasan eksistensi kemanusiaan.

Aksiologis: adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan nilai seperti etika, estetika, atau agama. Litle John menyebutkan bahwa aksiologis, merupakan bidang kajian filosofis yang membahas value (nilai-nilai) Litle John mengistilahkan kajian menelusuri tiga asumsi dasar teori ini adalah dengan nama metatori. Metatori adalah bahan spesifik pelbagai teori seperti tentang apa yang diobservasi, bagaimana observasi dilakukan dan apa bentuk teorinya. ”Metatori adalah teori tentang teori” pelbagai kajian metatori yang berkembang sejak 1970 –an mengajukan berbagai metode dan teori, berdasarkan perkembangan paradigma sosial. Membahas hal-hal seperti bagaimana sebuah knowledge itu (epistemologi) berkembang. Sampai sejauh manakah eksistensinya (ontologi) perkembangannya dan bagaimanakah kegunaan nilai-nilainya (aksiologis) bagi kehidupan sosial. Pembahasan ; Berita infotainment dalam kajian filosofis. Kajian ini akan meneropong lingkup persoalan di dalam disiplin jurnalisme, sebagai sebuah bahasan dari keilmuan komunikasi, yang telah mengalami degradasi bias tertentu dari sisi epistemologis, ontologis bahkan aksiologisnya terutama dalam penyajian berita infotainment di televisi.

2. Kajian Aspek Epistemologis:
Dalam berita hal terpenting adalah fakta. Pada titik yang paling inti dalam setiap pesannya pelaporan jurnalisme mesti membawa muatan fakta. Setiap kepingan informasi mengimplikasikan realitas peristiwa kemasyatakatan. Tiap pesan menjadi netral dari kemungkinan buruk penafsiran subyektif yang tak berkaitan dengan kepentingan–kepentingan kebutuhan masyarakat. Charnley (1965 : 22.30) mengungkapkan kunci standardisasi bahasa penulisan yang memakai pendekatan ketepatan pelaporan faktualisasi peristiwa, yaitu akurat, seimbang, obyektif, jelas dan singkat serta mengandung waktu kekinian. Hal-hal ini merupakan tolok ukur dari ”The Quality of News” dan menjadi pedoman yang mengondisikan kerja wartawan di dalam mendekati peristiwa berita & membantu upaya tatkala mengumpulkan & mereportase berita. Secara epistemologis cara-cara memperoleh fakta ilmiah yang menjadi landasan filosofis sebuah berita infotainment yang akan ditampilkan berdasarkan perencanaan yang matang, mapan, sistematis & logis.

3. Kajian Aspek Ontologis
Dalam kajian berita infotainment ini bahasan secara ontologis tertuju pada keberadaan berita infotainment dalam ruang publik. Fenomena tentang berita infotainment bukan gejala baru di dunia jurnalisme. Pada abad 19, pernah berkembang jurnalisme yang berusaha mendapatkan audiensnya dengan mengandalkan berita kriminalitas yang sensasional, skandal seks, hal-hal, yang menegangkan dan pemujaan kaum selebritis ditandai dengan reputasi James Callender lewat pembeberan petualangan seks, para pendiri Amerika Serikat, Alexande Hamilton & Thomas Jeferson merupakan karya elaborasi antara fakta dan desus-desus. Tahun itu pula merupakan masa kejayaan William Rudolf Hearst dan Joseph Pulitzer yang dianggap sebagai dewa-dewa ”Jurnalisme kuning.”

Fenomena jurnalisme infotainment kembali mencuat ketika terjadi berita hebohnya perselingkuhan Presiden Amerika ”Bill Clinton- Lewinsky”. Sejak saat itu seakan telah menjadi karakteristik pada banyak jaringan TV di dunia. Di Indonesia, fenomena ini juga bukan terbilang baru. Sejak zaman Harmoko (Menteri Penerangan pada saat itu) banyak surat kabar–surat kabar kuning muncul & diwarnai dengan antusias masyarakat. Bahkan ketika Arswendo Atmowiloto menerbitkan Monitor semakin membuat semarak ”Jurnalisme kuning di Indonesia”. Pasca Orde Baru ketika kebebasan pers dibuka lebar-lebar semakin banyak media baru bermunculan, ada yang memiliki kualitas tetapi ada juga yang mengabaikan kualitas dengan mengandalkan sensasional, gosip, skandal dan lain-lain. Ketika tayangan Cek & Ricek dan Kabar Kabari berhasil di RCTI, TV lainnya juga ikut-ikut menayangkan acara gosip. Dari sinilah cikal bakal infotainment marak di TV kita. Fenomena infotainment merupakan hal yang tidak bisa terhindarkan dari dunia jurnalisme kita. Pada realitasnya ini banyak disukai oleh masyarakat dengan bukti rating tinggi (public share tinggi)

4. Kajian pada aspek aksiologis
Secara aksiologis kegunaan berita infotainment dititik beratkan kepada hiburan. Pengelola acara ini menarik audiens hanya dengan menyajikan tontonan yang enak dilihat sebagai sebuah strategi bisnis jurnalisme. Hal ini akan berdampak pada menundanya selera dan harapan sejumlah orang terhadap sesuatu yang lain. Ketika etika infotainment telah salah langkah mencoba untuk ”menyaingkan” antara berita & hiburan. Padahal nilai dan daya pikat berita itu berbeda, infotainment pada gilirannya akan membentuk audiens yang dangkal karena terbangun atas bentuk bukan substansi.

Pengelola media melalui berita infotainment terkadang tidak lagi mempertimbangkan moral sebagai pengontrol langkah mereka sehingga begitu mengabaikan kepentingan masyarakat.Hal itulah yang terjadi dengan berita infotainment di Indonesia, beberapa kaidah yang semestinya dijalankan malah diabaikan demi kepentingan mengejar rating dan meraup keuntungan dari pemasang iklan.

DAFTAR PUSTAKA

Andersen., Kenneth E., 1972, Introduction to Communication Theory and Practice, Philippines: Cumming Publ Company.
Anshari., Endang Saefuddin, 1991. Ilmu Filsafat dan Agama, PT. Bina Ilmu, Surabaya.
Asante., Molefi Kete, 1989, Handbook of International and Intercultural Communication, California: sage Publ Inc.
Bagus., Lorens, 1991, Metafisika, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Berger., Charles R., 1987, Handbook of Communication Science, California: Sage publ Inc.
Cobley., Paul, 1996, The Communication Theory Reader, London: Routledge.
DeFleur., Melvin L., 1985, Understanding Mass Communication, Boston: Houghton Mifflin Company.
Effendy., Onong Uchjana, 2000, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.
Fisher., B. Aubrey, 1987, Interpersonal Communication: Pragmatics of Human Relation 2 nd ed., McGraw-Hill
Little John., Stephen W., 1996, Theories of Human Communication, Ohio: Charles E. Merril Company
Muhadjir., Noeng, 1998, Filsafat Ilmu Telaah Sistematis Fungsional Komparatif, Rake Sarasin, Yogyakarta

Mulyana., Deddy, 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, PT. Rosdakarya, Bandung
Mulyana., Deddy, 2001, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, PT. Rosdakarya, Bandung
Poerwadarminta., W.J.S, 1985, Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN. Balai Pustaka, Jakarta
Susanto., Astrid S, 1976, Filsafat Komunikasi, Penerbit Binacipta, Bandung.
Suriasumantri, Jujun S, 1985, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Penerbit Sinar Harapan, Jakarta
Syam., Nina Winangsih, Rekonstruksi Ilmu Komunikasi Perspektif Pohon Komunikasi dan Pergeseran Paradigma Komunikasi Pembangunan Dalam Era Globalisasi. Pidato Pengukuhan Guru Besar Dalam Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran pada tanggal 11 September 2002